Jumat, 27 November 2015

laporan praktikum teknologi telur dan susu.



LAPORAN PRAKTIKUM
TENTANG PENGAMATAN KUALITAS EKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR SEGAR

LOGO UNRAM WARNA.jpg

OLEH

NAMA : WIRSANTOSO
NIM : B1D013280
KELAS : 5CII
KELOMPOK : 13

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITS MATARAM
2015


KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmaanirrohim
Kesadaran masyarakat akan pentingnya zat gizi dari protein hewani kini sudah sangat meningkat sangat pesat. Oleh karena itu, Badan Veteriner Indonesia berupaya  bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan akan masyarakat Indonesia dengan cara meningkatkan proses pemilihan bibit-bibit ternak yang  berkualitas tinggi dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas baik pula.
            Disamping pemilihan bibit ternak yang baik, Badan Veteriner Indonesia juga berupaya untuk mengawin silangkan ternak-ternak yang mempunyai kemampuan dalam menghasilkan produk-produk tinggi dengan ternak yang memepunyai kemampuan yang sama tetapi dalam spesies yang berbeda.
            Hal ini disamping menghasilkan ternak-ternak yang beraneka ragaman jenisnya juga untuk menghasilkan ternak yang mempunyai kemampuan memproduksi lebih dari induknya.
            Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnan krena keterbatasan penulis, oleh karena itu kritikan dan saran yang membangun sangat penulis  harapkan untuk memperbaiki laporan selanjutnya.




Penulis


                                                                                         (wirsantoso)

DAFTAR ISI


JUDUL/ COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.            Latar belakang........................................................................
1.2.            Tujuan praktikum...................................................................
1.3.            Rumusan masalah...................................................................
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
          2.1.pengertian telur ............................................................................
          2.2. kualitas internal dan eksternal telur..............................................
          2.3.klasifikasi telur ............................................................................
          2.4. kandungan gizi telur.....................................................................
BAB III : METODE PRAKTIKUM
           3.1. waktu dan tempat........................................................................
           3.2. bahan-bahan...............................................................................
           3.3. alat-alat praktikum......................................................................
          3.3. metode praktikum........................................................................
BAB IV : MATERI DAN PEMBAHASAN
           4.1. hasil ...........................................................................................
           4.2. pembahasan................................................................................
BAB V : PENUTUP
          5.1. simpulan .....................................................................................
          5.2. saran ...........................................................................................
LAMPIRAN.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam mempertahankan hidupnya yang langgeng, hewan tertentu berkembangbiak dengan cara bertelur, seperti ikan, unggas, binatang melata dan sebagainya. Sebagai bahan pangan, telur mempunyai nilai yang cukup tinggi karena mengandung banyak protein lemak.
Telur dalam perkembangannya, telah banyak dilakukan teknik pengolahan telur untuk meningkatkan daya tahan dan kesukaan konsumen. Telur yang memilki kualitas tinggi adalah telur yang umumnya dipilih oleh konsumen. Sebaliknya pada telur kualitas rendah akan berdampak pada permaslahan dan dari itu akan  memicu sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kualitas telur menjadi syarat utama keberhasilan dalam dunia peternakan. Sehingga perlu diperhatikan faktor kualitas telur yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti manajemen yang meliputi manajemen pakan, manajemen penanganan, manajemen perkandangan dan manajemen penyakit.
Telur merupakan bahan pangan yang sempurna, karena mengandung zat-zat gizi yang lengkap bagi pertumbuhan mahluk hidup baru. Protein telur memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap sehingga dijadikan standar untuk menentukan mutu protein dari bahan lain. Keunggulan telur sebagai produk peternakan yang kaya gizi juga merupakan suatu kendala karena termasuk bahan pangan yang mudah rusak. Kerusakannya dapat berupa kerusakan fisik, kerusakan kimia (kerusakan yang disebabkan oleh faktor kimia), dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan mikroba melalui pori-pori kerabang telur. Sifat mudah rusak tersebut disebabkan kerabang telur mudah pecah, retak, dan tidak dapat menahan tekanan mekanis yang besar. Hal tersebut menunjukkan tingkat kualitas  telur yang rendah. Sehingga perlu diketahui bagaimana metode penanganan pada telur yang memiliki kualitas rendah.
Kualitas merupakan ciri-ciri dari suatu produk yang menentukan derajat kesempurnaan yang akan mempengaruhi penerimaan konsumen. Komposisi fisik dan kualitas telur dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya bangasa ayam, umur, musim, penyakit dan lingkungan, pakan yang diberikan serta sistem pemeliharaan
Kualitas telur dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu kualitas internal dan eksternal. Kualitas eksternal difokuskan pada kebersihan kulit, tekstur, bentuk, warna kulit, tekstur permukaan, kulit, dan keutuhan telur. Kualitas internal mengacu pada putih telur (albumen) kebersihan dan viskositas, ukuran sel udara, bentuk kuning telur dan kekuatan kuning telur. Penurunan kualitas interior dapat diketahui dengan menimbang bobot telur atau meneropong ruang udara (air cell) dan dapat juga dengan memecah telur untuk diperiksa kondisi kuning telur, putih telur kekentalan putih telur, warna kuning telur, posisi kuning telur, haugh unit (HU) dan ada tidaknya noda-noda bintik darah
1.2 tujuan
            Maksud dan tujuan kami melakukan praktikum ini adalalah
a.       Untuk mengetahui berat jenis telur yang diamati
b.      Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas telur segar secara interior dan eksterior
c.       Untuk mengetahui perbedaan berat jenis pada setiap telur yang diamati.
1.3. rumusan masalah
            a. bagaimana caranya untuk mengetahui kualitas dan kuantitas telur yang baik?
b. parameter-parameter apa saja yang harus diamati pada pengamatan kualitas telur segar tersebut?







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. pengertian telur
            Telur merupakan bahan pangan yang berasal dari produk peternakan yang memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Protein telur memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap sehingga dijadikan standar untuk menentukan mutu protein dari bahan lain. Kelengkapan zat gizi yang terdapat dalam telur dapat memicu para peneliti melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas telur dengan mengatur berbagai jenis menejmen dalam pemeliharaan induknya maupun dalam peningkatan daya simpan telur yang lama. Sehingga dalam perkembangannya,telur telah banyak dilakukan teknik pengolahan  untuk meningkatkan daya tahan dan kesukaan konsumen.(Sugyono, 2013)
2.2. Kualitas Interior Dan Eksterior Telur
Kualitas telur dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu kualitas telur bagian luar dan kulitas bagian dalam. Kualitas telur bagian luar meliputi bentuk, warna, tekstur, keutuhan dan kebersihan kerabang. Sedangkan kualitas telur bagian dalam meliputi kekentalan putih telur, warna kuning telur, posisi kuning telur serta ada tidaknya bintik darah pada kuning dan putih telur (R.Muchtadi, 2013).
 Kualitas merupakan ciri-ciri dari suatu produk yang menentukan derajat kesempurnaan yang akan mempengaruhi penerimaan konsumen. Mutu telur utuh dapat dinilai dengan cara candling yaitu meletakkan telur dalam jalur sorotan sinar yang kuat sehingga memungkinkan penemuan keretakan pada kulit telur, ukuran serta gerakan kuning telur, ukuran kantung udara, bintik-bintik darah, bintik-bintik daging, kerusakan oleh mikroorganisme dan pertumbuhan benih.( Muhammad rasyaf, 2003).
2.3 Klsifikasi Telur
            Klasifikasi telur tebagi atas 4 kualitas, yaitu kualitas AA, kualitas A, kualitas B, dan kualitas C. penilaian  ini berdasarkan pada kuit telur, putih telur, rongga udara dalam telur dan telur kuningnya.         ( Muhammad rasyaf, 2003).
2.4. kandungan  gizi telur
            Kandungan yang terdapat di dalam telur sangat sempurna, Telur memang telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, baik sebagai kebutuhan pemenuhan gizi harian atau sebagai pemenuhan / pemanfaatan hal – hal yang lainnya.
Nama Bahan Makanan : Telur Ayam
Banyaknya Telur Ayam yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Telur Ayam yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 90 %
Jumlah Kandungan Energi Telur Ayam = 162 kkal
Jumlah Kandungan Protein Telur Ayam = 12,8 gr
Jumlah Kandungan Lemak Telur Ayam = 11,5 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Telur Ayam = 0,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Telur Ayam = 54 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Telur Ayam = 180 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Telur Ayam = 3 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Telur Ayam = 900 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Telur Ayam = 0,1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Telur Ayam = 0 mg
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia



BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1. waktu dan tempat.
            Tempat pelaksanaan praktikum ini di Laboraturium  Teknik Pengolahan hasil Ternak  lantai 1 Fakultas Peternakan Universitas Mataram pada jam 13:00- selesai.
3.2. bahan dan alat praktikum
            a. bahan-bahan praktikum
·          telur ayam ras 3 butir
·          Alkohol 70 %
·          Kapas pembersih
            b. alat –alat praktikum
·         Timbangan Ohaus     
·         Jangka sorong           
·         Gunting
·         Pisau
·         Timbangan owhause
·         Plat kaca
·         Yolk separator
·         Roche colour fan
·         Depth mikrometer
·         Piring
·         Glass ukur
·         Baskom kecil plastic
3.3. metode praktikum
a.      Menyiapkan bahan dan alat praktikum
b.      Mengamati kualitas ekternal telur, yaitu kualitas kerabang, warna kerabang, tinggi dan lebar telur,
c.       Selanjutnya menimbang telur dengan dengan timbangan ohaus.
d.      Selanjutnya memberi kode pada setiap telur untuk mempermudah dalam penilaian telur
e.       Selanjutnya menimbang berat jenis telur
f.        Kemudian dilanjutkan dengan uji internal telur,
g.      Yang diamati dalam uji internal ini yaitu Tinggi albumen, Diameter albumen, Indeks albumen, Tinggi yolk, Diameter yolk, Berat yolk, Warna yolk, Nilai Haught Unit (HU), Berat kerabang , Tebal kerabang, Diameter rongga udara
h.      Kemudian selama praktikum berlanjut danjurkan untuk memotret saat praktikum untuk dijadikan sebagai lampiran pada laporan nanti.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. HASIL
            Table 1. hasil pengamatan kualitas  eksternal telur
           

No


Jenis pengamatan

Nomor telur
1
2
3
1
Jenis telur
Telur ayam
Telur ayam
Telur ayam
2
Lebar telur
44.80
46.20
46.10
3
Panjang telur
57.40
62.60
57.20
4
Indeks bentuk telur
0.78
0.74
0.81
5
Berat telur
62.3
72.3
68.1
6
Volume telur
47
56
53
7
Berat jenis telur
1.33
1.29
1.29
8
Warna kerabang telur
Coklat muda
Coklat keputihan
Coklat tua
9
Kebersihan kerabang
Bersih
Bersih
Bersih


            Table 2. hasil pengamatan kualitas internal telur
           

NO


Jenis pengamatan

Nomor telur
1
2
3
1
Tinggi albumen
1.35
2.17
1.8
2
Panjang albumen
118.30
131.30
113.60
3
Diameter albumen
86.30
98.20
94.80
4
Indeks albumen
0.02
0.02
0.02
5
Tinggi yolk
13.11
12.20
13.19
6
Diameter yolk
45,20
57,20
50.90
7
Berat yolk
17.6
20.4
18.5
8
Nilai HU



9
Warna yolk
5
7
10
10
Berat kerabang
7.2
8.6
8.4
11
Tebal kerabang
0.40
0.39
0.43
12
Dimeter rongga udara





4.2.  PEMBAHASAN 
            Telur merupakan bahan pangan yang sangat sempurna yang berasal dari produk peternakan. Telur dikatakan sempurna karena telur banyak mengandung zat-zat gizi lengkap didalamnya yang sangat dibutuhkan, seperti karbohidrat, protein, lemak, kalsium,fosfor, zat besi, vitamin  yang larut dalam lemak (A, D,E, dan K ) dan vitamin yang larut dalam air ( thiamin, riboflavin, asam pantotenat, niacin, asam folat dan vitamin B12), dan factor pertumbuhan yang lainya.
            Telur sudah sangat legendaris bagi masyrakat, karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi ditambah dengan harga yang relative murah sehingga bisa di jangkau oleh semua kalangan masyarakat. Telur memiliki beragam jenisnya yang umum di mamfaatkan oleh manusia, diantara telur ayam, telur bebek, telur angsa, telur puyuh, dan lain-lain. Akan tetapi pada pembahasan ini kita akan focus mengenai telur unggas saja yaitu telur ayam. Karena dari kebanyakan telur yang ada yang paling banyak  dimamfaatkan oleh manusia adalah telur ayam.
            Telur ayam sendiri memiliki dua jenis yaitu telur ayam buras dan ras. Telur ayam juga memiliki berbagai macam jenis warna dan ukuran yang berbeda-beda diantaranya, warna coklat muda, coklat tua, coklat keputih-putihan dan putih polos. Dari berbagai jenis warna yang ada, kami yang melakukan praktikum menggunakan tiga jenis telur yang berbeda-beda baik ukuran dan warnanya.yaitu : telur 1 warnanya coklat muda dengan ukuran, lebar 44.80, panjang 57.40, berat 62,3, volume 47, berat jenis 1.33, indeks bentuk telur 0.78, tinggi albumen 1.35, panjang albumen 118.30,  diameter albumen 86.30, ideks albumen , tinggi yolk 13.11, diameter yolk 45.20, berat yolk 17.6, warna yolk 5, berat kerabang 7.2, tebal kerabang 0.40 dan nilai haugt unit( HU) .  telur 2 warna coklat keputih-putihan dengan ukuran, lebar 46.20, panjang62.60, indeks bentuk telur 0.74, volume 56, berat telur 72.2, berat jenis telur 1.29, tinggi albumen 2.17, panjang albumen 131.30, diameter albumen 98.20, indeks albumen, tinggi yolk 12.20,  diameter yolk 57.20, berat yolk 20.4, warna yolk 7, berat kerabang 8.6, tebal kerabang 0.39, dan nilai haught unit(HU). Telur 3 warna coklat tua dengan ukuran, lebar 46.10, panjang 57.20, indeks bentuk telur 0.81, volume 53, berat telur 68.1, berat jenis telur 1.29, tinggi albumen 1.8, panjang albumen 113.60, diameter albumen 94.80, indeks albumen, tinggi yolk 13.19,  diameter yolk 50.90, berat yolk 18.5 , warna yolk 10, berat kerabang 8.4, tebal kerabang 0.43, dan nilai haught unit(HU).
            Berdasarkan hasil peraktikum yang telah kami laksanakan pada hari minggu tanggal 22 november 2015 bahwa kami menemukan banyak perbedaan. Perbedaan tersebut mulai dari tebal kerabang telur,  berat kerabang, tinggi yolk dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya lihatlah pada tabel 1 dan tabel 2 pada bagian hasil praktikum. Perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai factor internal dan eksternal. Factor internal merupkan factor yang berasal dari dalam. Adapun factor internal yaitu jenis pakan yang diberikan, jenis obat-obatan , umur ternak dan keturunan ternak itu sendiri. Sedangkan factor eksternal  merpakan factor yang bersal dari luar yang sangat berpengaruh langsung  terhadap ternak yaitu lingkungan yang kurang kondusif, menejemen yang kurang tepat baik dalam pemeliharaan maupun dalam pemberian pakan, dan lain sebagainya.
            Menurut Muhammad rasyaf dalam bukunya yang berjudul beternak ayam petelur, telur normal itu mempunyai berat 57.6 dan volume sebesar 63 cc dan bersih. Namun pada hasil praktikum yang telah kami laksanakan ternyata berat telur rata-rata diatas telur normal. Mutu telur utuh ditentukan berdasarkan pada kondisi kulit( kebersihan, keretakan, bentuk dan tekstur/kekerasan), kantung udara ( kedalaman,volume dan posisi), serta isi telur (kejernihan dan ketegaran). Pengamatan mutu telur utuh biasa dilakukan dengan candling.
BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan
            Berdasarkan hasil praktum dapat disimpulkan bahwa
a.      Telur merupkan bahan pangan asal ternak yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan lengkap.
b.      Telur merupakan bahan pangan yang yang mudah rusak
c.       Telur mengandung vitamin C yang larut dalam lemak dan larut dalam air.
5.2. Saran
             Saran penulis kepada semua pembaca umumnya supaya benar-benar menggunakan waktu praktikum itu untuk focus kepada apa yang sedang diamati. Karena mengingat  betapa berharganya waktu dalam hidup ini. Sedikit kita lengah kita sudah ditinggalkan oleh waktu dan semuanya akan berlalu begitu saja tampa memperdulikan kita.


DAFTAR PUSTAKA


            Muhammad rasyaf, 2003. Beternak ayam petelur. Edisi ke 2. Diterbitkan oleh
            Muchtadi, 2013. Ilmu  pengetahuan bahan pangan. Edisi ke 4. Penerbit Alvabeta, CV
            Sugiyono, 2013. Ilmu  pengetahuan bahan pangan. Edisi ke 4. Penerbit Alvabeta, CV


LAMPIRAN

















 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar