Minggu, 29 November 2015

LAPORAN TEKNOLOGI TELUR DAN SUSU



LAPORAN PERAKTIK TEKNOLOGI TELUR DAN SUSU
TENTANG PENGUKURAN BERAT JENIS, KADAR CREAM,LEMAK DAN KADAR ASAM SUSU

LOGO UNRAM WARNA.jpg

Oleh :
NAMA : WIRSANTOSO
NIM :  B1D013280
KELAS ; 5C 2
KELOMPOK : 13

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2015


KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmaanirrohim
Kesadaran masyarakat akan pentingnya zat gizi dari protein hewani kini sudah sangat meningkat sangat pesat. Oleh karena itu, Badan Veteriner Indonesia berupaya  bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan akan masyarakat Indonesia dengan cara meningkatkan proses pemilihan bibit-bibit ternak yang  berkualitas tinggi dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas baik pula.
            Disamping pemilihan bibit ternak yang baik, Badan Veteriner Indonesia juga berupaya untuk mengawin silangkan ternak-ternak yang mempunyai kemampuan dalam menghasilkan produk-produk tinggi dengan ternak yang memepunyai kemampuan yang sama tetapi dalam spesies yang berbeda.
            Hal ini disamping menghasilkan ternak-ternak yang beraneka ragaman jenisnya juga untuk menghasilkan ternak yang mempunyai kemampuan memproduksi lebih dari induknya.
            Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnan krena keterbatasan penulis, oleh karena itu kritikan dan saran yang membangun sangat penulis  harapkan untuk memperbaiki laporan selanjutnya.




Penulis


                                                                                         (wirsantoso)


DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI.................................................................................................................. II
BAB I : PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang................................................................................................. 1
1.2  Tujuan peraktikum........................................................................................... 2
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
          2.1 Definisi susu.................................................................................................... 3
          2.2 komposisi kimia dan sifat fisik susu............................................................... 3
          2.3 faktor yang mempengaruhi susu.................................................................... 3
          2.4 Penanganan susu............................................................................................ 3
BAB III: MATERI DAN METODEOLOGI
         3.1 Waktu dsn tempat........................................................................................... 4
         3.2 Materi peraktikum.......................................................................................... 5
         3.3 metode peraktikum.......................................................................................... 6
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN
          4.1 Hasil................................................................................................................ 7
          4.2 Pembahasan.................................................................................................... 9
BAB V: PENUTUP
         5.1 Simpulan.......................................................................................................... 12
         5.2 Saran............................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 13
LAMPIRAN................................................................................................................... 14




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang
Susu adalah cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina, Susu juga merupakan makanan yang kaya dan lengkap akan nutrisi karena dalam susu mengandung air 82 %, lemak 3,9 %, protein 3,4 %, laktosa 4,8 %, vitamin 0,72 % dan kandungan lainnya, sehingga susu memiliki peran yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan jaringan dan sel-sel tubuh hewan.
 Oleh karena itu, susu dijadikan sebagai  penyempurnaan bahan  makanan bergizi tinggi dan disarankan untuk dikonsumsi oleh masyarakat, agar memperoleh keseimbangan tubuh yang baik. Konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa, Amerika dan Australia dan negara asia lainnya. Tercatat pada tahun 2000 Indonesia hanya mengkonsumsi susu 6.50 l/kap/th.
 Hal ini jika dibandingkan dengan Negara-negara maju seperti USA Amerika Seikat sangat jauhperbedaannya, Amerika setiap tahun mengkonsumsi susu sebesar 100 l/kap/th, sedangkan masyarakat Malaysia mengkonsumsi susu sebanyak 20 l/kap/th. Sehingga memunculkan opini bahwa masyarakat Indonesia “kurang gizi”, hal tersebut tentunya sangat memprihatinkan, karena bangsa kita yang terkenal dengan kondisi dan kekayaan alam yang melimpah tidak mampu memenuhi konsumsi susu yang lebih baik dari bansa-bangsa lainnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) perkembangan impor susu dari luar  dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 pada bulan Januari  sampai bulan Mei impor susu Indonesia sudah mencapai 90.147 ton. Seharusnya Pemerintah memberi kepercayaan kepada peternak lokal agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat, sebagai salah satu cara menggiatkan peternak sapi perah agar menghasilkan kualitas dan kuantitas susu yang baik.
Dengan teknologi yang semakin canggih, susu dapat di olah menjadi berbagai macam bentuk jenis olahan, seperti susu bubuk, susu kental manis, milk, yogert, susu bendera, es krem, susu skim dan lain sebagainya.
1.2.Tujuan
Adapun tujuan kami melakukan peraktik ini yaitu untuk mengetahui bagaimana cara uji kualitas susu yang bagus untuk layak konsumsi  dan bagimana cara mebetahui tingkat keasaman susu, jumlah kandungan kadar lemak susu dan kadar cream susu.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 . definisi susů
            Susu di definisikan sebagai  sekresi cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia, salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu adalah sekresi ambing hewan yang diproduksi dengan tujuan penyediaan makanan bagi anaknya yang baru dilahirkan. Karena berfungsi sebagai makanan tunggal bagi mahluk yang baru dilahirkan dan mulai tumbuh, susu mempunyai nilai gizi yang sempurna. Dalam susu terdapat semuia zat gizi yang diperlukan bagi kebutuhan pertumbuhan anak .
2.2. komposisi kimia dan sifat fisik susu.
            Komposisi susu sangat beragam karena banyak di pengaruhi oleh: waktu pemerahan, , urutan pemerahan, jenis ternak, umur ternak, musim, pakan, penyakit dan factor-faktor yang lainnya. Susu tersusun dari berbagai nutrirsi, baik yang larut dalam air  dan terdispensi dalam bentuk koloid, yaitu kompleks dari emulsi lemak dan disperse protein dan bersama-sama membentuk larutan dengan gula  susu (laktosa) yang terdapat didalamnya mineral dan senyawa lainya. Susu terbagi atas dua bagian besar yaitu kandungan air sebesar 87.25 dan zat padat  sebesar 12.7.( Fardis 1989).
2.3. factor-faktor  yang mempengaruhi susu.
            Susu merupakan bahan pangan yang sangat sempurna, namun susu tergolong dalam bahan pangan yang mudah rusak sehingga memerlukan penanganan yang khusus agar memiliki nilai daya simpan yang lama. Adapun hal-hal yang mempengaruhi kualiatas susu adalah factor keturunan, factor makanan, pengaruh iklim, pengaruh suhu, pengaruh laktasi,prosedur pemerahan, pengaruh umur, dan waktu pemerahan .( muchtadi, 2013)
2.4. pennganan susu
            Penanganan air susu sesudah pemerahan meliputi pengangkutan dari tempat pemerahan ke pabrik atau konsumen, penangan untuk tujuan penyimpanan atau dipasarkan.  Air susu yang baru diperah suhunya sekitar 37 ̊̊C, sangat menguntungkan bagai mikroorganisme untuk berkembangbiak.pada suhu 20-30̊ C pertumbuhan mikroorganisme akan terhambat dan pada suhu lebih kcil dari itu maka mikroorganisme akan non aktif. Penanganan air susu dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pasteurisai, pendinginan dengan plat cooler, dan lain lain.(sugiyono, 2013)

BAB lll
MATERI DAN  METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1.  Materi Praktikum
     3.1.1.  Alat dan Bahan
                        3.1.1. 1.  Alat-Alat
1.      Timbangan ohaus
2.      Jangka sorong
3.      Depth mikrometer
4.       Plat kaca
5.      Yolk separator
6.      Roche colour fan
7.      Pipet volume,10 ml , 5 ml,dan 1 ml
8.      Burette, 10 ml atau 50 ml
9.      Erlenmeyer,25 ml
10.  Tabung reaksi, 10 ml
11.  Beaker glass, 250 ml
12.  Waterbath
                            3.1.1.2.      Bahan-Bahan
                             1. Susu segr
                             2. 0,1 N NaOH
                             3. 70% alkohol (campuran 72 ml ethyl alkohol dengan 28ml aquades)
                             4. Indikator phenolpthalein, 1%
                             5. Kertas tisu
                 

3.2. Metode praktikum
     3.2.1. Pengukuran Berat Jenis Susu Dengan Lactometer       
            Cara kerja
1.      Set tempratur cuplikan susu(sampel) pada suhu ± 27®C atau sesuaikan dengan tempratu yang di sarankan pada lactometer yang akan di gunakan.
2.      Tuangkan cuplikan susu ke dalam gelas ukur.
3.      Usahakan lactometer mengambang bebas dalam susu tanpa bersentuhan dengan dinding tabung dan biarkan beberapa saat hingga konstan.
4.      Baca sekala laktometer yang bertepatan dengan permukaan susu  dan ukur  pula tempratur susu.
5.      Kereksi pembacaan sekala lactometer (CRL) dengan cara: jika tempratur susu diatas 27®C  maka haarus ditambah 0,1 dan jika dibawah 27®C dikurangi 0,01 sebagai contoh: jika pembacaan lactometer 31,5 dan tempratur susu 29®C  maka dikoreksi menjadi 31,5+(2×0,1)= 31,7.
Jika tempratur 25®C maka di koreksi menjadi 31,5-(2×0,1)=31,3.
6.      Tentukan berat jenis susu  dengan jalan membagi 1000 hasil pembacaan sekala
Lactometer terkoreksi (CRL) dan ditambah dengan satu.
        3.2.2. Pengukuran Kadar  cream
              Cara Kerja
1.      Siapkan tabung reaksi,berikan kode/ label
2.      Ukur tabung reaksi dengan jangka sorong,(d).
3.      Isi tabung reaksi dengan susu segar sebanyak 10 ml,(VS)
4.      Masukkan tabung reaksi berisi susu,kedalam centrifuge dengan posisi seimbang (balance).
5.      Setel  waktu centrifuge pada 15 mnit dengan kecepatan (RPM): 1000 Kemudian dinaikkan menjadi 3000 RPM.
6.      Ukur tinggi cream dengan jangka sorong
        3.2.3. Pengukuran Kadar Lemak Susu, Metode Gerber
                Cara Kerja
1.       Sebelum mulai praktikum, gunakan sarung tangan  dari bahan karet untuk melindungi tangan anda dari asam kuat (H2SO4) dan panas.
2.       Ambil sampel susu yang telah diaduk secara merata sebanyak 11 ml, kemudian tuangkan perlahan-lahan kedalam tabung bagian dalam.
3.      Tambahkan 1 ml amyl alkohol kedalam tabung Butyrometer tersebut
4.      Tutup tabung Butyrometer dengan penutup karet dengan benar.
5.      Kocok tabung Butyrometer perlahan-lahan dengan menggunakan alas kain tebal  untuk menahan panas yang timbul selama pengocokan.
6.      Setelah isi tabung Butyrometer tercampur merata, kemudian tempatkan tabung Butyrometer kedalam centrifugesecara balance dengan bagian tutup karet dibawah.
7.      Setelah disentrifuge selama 5 menit kemudian tabunng Butyrometer dikeluarkan dan dimasukkan kedalam waterbath dengan suhu 65®C  selama 5 mnit.
8.      Pembacaan sekala tabung Butyrometer dengan posisi tutup tabung dibawah dan atur perlahan-lahan  tutup karet sehingga semua lemak susu dapat menempati bagian sekala tabung.
          3.2.4. Pengukuran Kadar Asam Titrat
               Cara Kerja
1.       Siapkan Burette pada standar dan isi penuh (sampai batas skala 0) dengan 0.1 N NaOH.
2.      Pipet 9ml cuplikan susu masukkan kedalam erlenmeyer dan tambahan 5 tetes indikator PP
3.      Titrasi cuplikan tersebut sampai terjadi perubahan warna dari putih menjadi merah muda (pink).
4.      Catat volume NaOH terpakai dan kemudian bagi dengan 10 untuk mendapatkan persen kadar asam titrasi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil Peraktikum
Acara 1: pengukuran berat jenis susudengan lactometer
·         Skalaterbaca : 1,027
·         Skala termometer : 26 oC
·         Karena tempratu rsusu di bawah 27 oC, maka di kurangi 0,01
Maka : 1,027 – (2x 0,01) =  1,007
Berat jenis susu =  + 1  = 1,00101
Acara 2 :pengukuran kadar cream
                     Di ketahui :
R          : 0,5 d
t  3.1    : 1,5
t  3.2    : 2,3
t  3.3    : 1,5
Ï€          : 3,14
Vs        : 10 ml
·         Perhitung volume cream dengan rumus silinder
a.       Susu No 1
VC       = Ï€ R2t
VC       = 3,14 x 0,52 x 1,5 =  1,1775
b.      Susu No 2
VC       = Ï€ R2t
VC       = 3,14 x 0,52 x 2,3 =  1,8055
c.       Susu No 3
VC       = Ï€ R2t
VC       = 3,14 x 0,52 x 1,5 =  1,1775
·         Perhitungan persentase cream:  
a.       Susu No 1
% Cream = VC/VS x100
% Cream =  1,1775/10 x 100 = 11.775
b.      Susu No 2
% Cream = VC/VS x100
% Cream =  1,8055/10 x 100 = 18.055
c.       Susu No 3
% Cream = VC/VS x100
% Cream =  1,1775/10 x 100 = 11.775
Acara 3 :Pengukuran Kadar LemakSusu, Metode Gerber                  
            Keterangan :
a.       SNF           : Solit Not Fat (bahanpadatbukanlemak)
b.      L                : PembacaanLaktometerterkoreksi (CRL)  = 1,024
c.       TS              : Total Solid (total bahanpadat)
d.      Kadar lemak (F) : 10 – 7,8 = 2,2
Perhitungan: %SNF      = + (0,2) F
= + (0,2) x 2,2 = 0,696
%TS = %SNF + F  atau  %TS = + (1,2) F 
%TS = %SNF + F 
%TS = 0,696 + 2,2 = 2,896
Acara 4 :Pengukuran Kadar AsamTitrasi(Titratable Acidity)
                        Keterangan :
a.       N NaOH                : 0,1
b.      Vol. NaOH            :11    di dapatdari 33 – 22 = 11
c.       Vol. Sample           : 9
1.   Perhitungan :  %Asam =
                        %Asam =
4.1.            Pembahasan
Dilihat dari segi gizi, susu merupakan bahan makanan yang sangat sempurna dan termasuk makanan yang alamiah bagi mahluk hidup yang baru lahir. Susu juga merupakan satu- satunya sumber makanan pemberi kehidupan segera setelah kelahiran. Susu diartikan sebagai sekresi dari kelenjar susu binatang yang menyusui anaknya( hewan mammalia).
Susu adalah suatu sekresi yang memliki komposisi yang berbeda dengan dengan komposisi darah yang asal utamanya. Susu terdiri atas 87% air dan 13% bahan padat. Dari 13% bahan padat susu terdiri atas 4% lemak ,  9% bahan pangan bukan lemak, 3.5 % protein, 47% karbohidrat, dan 0.8 % vitamin dan mineral. Sebagai bahan pangan, susu di gunakan baik dalam bentuk aslinya sebagai satu kesatuan  maupun dalam bagian bagiannya.
 Secara umum susu mamalia dibedakan menjadi dua golongan yaitu susu kaya dan susu miskin. Yang dimaksud dengan susu kaya adalah susu yang banyak mengandung kadar lemak dan protein, misalnya susu ikan paus, susu kelinci dan susu anjing laut. Sedangkan susu miskin yaitu susu yang memiliki kandungan zat-zat gizi seperti kadar lemk dan protein yang relative  rendah, misalnya susu sapi, kambing, kuda, kerbau dan manusia.
Berdasarkan perbedaan komposisi yang terdapat pada dua golongan susu tersebut menunjukkan bahwa adanya perbedaan laju perkembangan anak pada waktu kelahiran. Setiap bahan pangan umumnya memiliki komposisi  kimia dan sifat fisik masing-masing. Begitu juga halnya dengan susu, susu merupakan emulsi lemak yang mengandung garam-garam mineral, gula dan protein. Kisaran komposisi susu dapat dilihat pada table a dan b  berikut ini.
Table a. komposisi rata-rata dan kisaran normal susu sapi
Komposisi
Rata-rata
Kisaran normal (%)
Air
87.25
89.50-84.00
Lemak
3.80
2,60-6.00
Protein
3.50
2.80-4.00
Laktosa
4.80
4.50-5.20
Mineral
0.65
0.60-0.80

            Table b. komposisi proksimat (%) susu sapi, kambing, domba dan manusia
komponen
Sapi
Kambing
Domba
Manusia
Protein
3.4
2.9
5.5
1.0
Kasaein
2.8
2.5
4.6
0.4
Lemak
3.7
4.5
7.4
3.8
Laktosa
4.6
4.1
4.8
7.0
Abu
0.7
0.8
1.0
0.2
           
Seperti yang telah kita ketahui, susu berasal dari dari berbagai macam jenis hewan mamalia. Keberagaman jenis hewan ini akan mempengarui tingkat kualiatas dan kuantitas susu. Berbeda jenis hewan akan berbeda pula kndungan komposisi kimia dan sifat fisik susu yang dihasilkannya. Perbedaan tersebut tidak bisa kita pungkiri lagi karena semua itu terjadi secara alamiah dia alam semesta ini.
Di  alam terdapat beragam jenis hewan penghasil susu diantaranya yaitu sapi, kerbau, kambing, kuda, domba dan lain sebagainya. Namun pada umumnya susu yang sangat dimamfaatkan sekarang ini adalah susu sapi, kerbau, domba, kuda, dan unta. Pemamfaatan susu bisa dilakukan dalam bentuk segar yaitu pertama dengan meminum langsung selesai diperah (biasanya ini dilakukan pada susu unta di mekkah) atau pun meminum setelah proses pendinginan dan paterurisasi. Kedua dalam bentuk hasil olahan seperti susu bubuk, susu kental manis, milk, dan lain sebagaainya.
Untuk mengetahui mutu suatu susu bisa dilakukan dengan cara pengujian berat jenis dengan lactometer dan pengujian derajat asam susu dengan prnsip titrasi.
            4.2.1 pengukuran berat jenis
Berat jenis suatu bahan adalah perbandingan antara berat bahan tersebut dengan berat air pada suhu dan volume yang sama. Berdasarkan batasan ini, maka berat Jenis tidak ada satuannya. Berat jenis susu rata-ratanya adalah 1,032. Berat jenis susu dipengaruhi oleh padatan total dan padatan tanpa lemak. Kadar padatan total susu akan diketahui jika diketahui berat jenis dan dan kadar lemaknya
Berat jenis susu biasanya ditentukan dengan menggunakan lactometer. Lactometer adalah hydrometer dimana skalanya sudah disesuaikan dengan berat jenis susu. Prinsip kerja alat ini mengikuti hukum Archimedes yaitu jika suatu benda dicelupkan ke dalam cairan maka benda tersebut akan mendapatkan tekanan ke atas sesuai dengan berat volume cairan yang dipindahkan atau diisi. Jika lactometer dicelupkan ke dalam susu yang rendah berat jenisnya maka lactometer akan tenggelam lebih dalam dibandingkan jika lactometer tersebut dicelupkan dalam susu yang berat jenisnya tinggi. Berat jenis susu yang dipersyaratkan dalam SNI 01-3141-1998 adalah minimal 1,0280. Berat Jenis yang lebih kecil disebabkan oleh: perubahan kondisi lemak dan adanya gas yang timbul didalam air susu. Selain itu juga disebabkan oleh karena susu umurnya sudah lama dan disimpan dalam freezer dalam keadaan terbuka sehingga uap air masuk ke dalam susu.
Air susu mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada air. Berat Jenis air susu umumnya 1.027-1.035 dengan rata-rata 1.031. Akan tetapi menurut codex susu, Berat Jenis air susu adalah 1.028. Codex susu adalah suatu daftar satuan yang harus dipenuhi air susu sebagai bahan makanan. Daftar ini telah disepakati para ahli gizi dan kesehatan sedunia, walaupun disetiap negara atau daerah mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Berat jenis harus ditetapkan 3 jam setelah air susu diperah.
            4.2.2. Derajat asam
Penentuan % derajat asam dapat dilakukan dengan cara dengan menimbang susu sebanyak yang kita butuhkan. Kemudian menambahkan indikator phenolpthalein 1% mL dan langsung titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Penambahan indikator bertujuan untuk menandai kapan titik akhir atau titik ekivalen titrasi terjadi. Phenolpthalein pada larutan yang asam akan berwarna bening atau tidak berwarna dan jika larutan sudah basa atau mendekati basa larutan akan menjadi merah muda. Penambahan larutan NaOH terus menerus pada saat titrasi akan membuat larutan menjadi netral. Pada saat larutan berubah menjadi merah muda adalah pada saat asam dalam susu seluruhnya telah dinetralkan oleh NaOH 0,1 N. pada dasarnya proses titrasi merupkan proses penetralan.
Pada sejumlah sampel susu yang asam maka didalamnya akan banyak terkandung ion H+, ion ini kemudian akan bereaksi dengan OH- selama titrasi, sehingga membentuk H2O atau air yang bersifat netral. Semakin banyak mL NaOH yang dihabiskan untuk titrasi maka semakin banyak pula asam yang dibebaskan dan berikatan dengan OH-.

BAB V
PENUTUP
            5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil peraktikum yang telah kami laksanakan dapat  kami simpulkan bahwa
a.       Susu merupakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi namun termasuk kedalam golongan makanan yang mudah rusak.
b.       Hasil peraktikum berat jenis susu yaitu 1.0010, artinya bahwa dapat diketahui masih kurang dibawah SNI yaitu 1.0280
c.       Air susu mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada air. Berat Jenis air susu umumnya 1.027-1.035 dengan rata-rata 1.031
5.2 Saran
            Selesaikanlah tugasmu selagi ada waktumu hari itu. Karena waktu terus berlalu dan pekerjaan lain masih banyak menunggu. Ingat orang yang selalu menunda-nunda merupakan cirri-ciri orang yang gak berlari ditempat dengan kata lain gag akan penah maju atau sukses.

DAFTAR PUSTAKA
            Fardiaz.S. 1989. Mikrobiologi Pangan. PAU pangan dan gizi. IPB bogor.
            Muchtadi, 2013. Ilmu  pengetahuan bahan pangan. Edisi ke 4. Penerbit Alvabeta, CV
            Sugiyono, 2013. Ilmu  pengetahuan bahan pangan. Edisi ke 4. Penerbit Alvabeta, CV

           


LAMPIRAN






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar